Mengasah Seni Berbasa-Basi: Kunci Sukses dalam Membangun Koneksi dan Relasi

Advertisement

Masukkan script iklan 970x90px

Mengasah Seni Berbasa-Basi: Kunci Sukses dalam Membangun Koneksi dan Relasi

Sabtu, 06 Januari 2024

Mengasah Seni Berbasa-Basi: Kunci Sukses dalam Membangun Koneksi dan Relasi



basa-basi.biz.id - Hari itu, saya tengah berbincang dengan beberapa teman mengenai tantangan dalam dunia bisnis, terutama ketika berhadapan dengan klien. Ketika bersentuhan dengan klien, keahlian untuk tersenyum dan tertawa secara profesional menjadi sebuah keharusan. Namun, setelah kita berhasil menguasai senyum dan tawa profesional, langkah berikutnya adalah mempelajari seni basa-basi. Kunci dari jaringan bisnis yang kokoh dan pembentukan kesan positif terletak pada kemampuan berbasa-basi. Dalam tulisan ini, kita akan membahas mengenai pentingnya basa-basi dalam kehidupan sehari-hari.

Basa-basi seringkali dianggap sebagai pemborosan waktu oleh sebagian orang. Mereka melihatnya sebagai percakapan yang tidak bermakna dan tak memberikan kesan apa-apa. Padahal, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, basa-basi adalah cara untuk membangun koneksi dan ikatan emosional dengan orang-orang baru yang kita temui. Lebih dari sekadar itu, basa-basi juga dapat menjadi kunci keberhasilan ketika berhadapan dengan teman, rekan bisnis, atau bahkan pasangan. Hubungan yang erat seringkali dimulai dari percakapan basa-basi.

Banyak orang beranggapan bahwa basa-basi mirip dengan pertandingan bulu tangkis, di mana pertanyaan saling melempar dan menghujani lawan bicara. Namun, sebenarnya, basa-basi lebih seperti seni jongling. Kita harus menjaga agar bola-bola pembicaraan tetap berputar tanpa jatuh ke tanah. Kesenangan dalam berbasa-basi terjadi ketika semua pihak merasa menikmati percakapan tanpa beban, dan ini merupakan seni tersendiri.

Berbicara mengenai tantangan dalam berbasa-basi, sering kali kita dihadapkan pada situasi di mana basa-basi terjadi begitu cepat hingga kita tidak siap. Kita harus mengikuti arus tanpa skrip yang jelas. Salah satu kesalahan umum adalah menganggap basa-basi sebagai ajang tanya jawab cepat, tanpa memperhatikan kelancaran dan alur pembicaraan. Oleh karena itu, perlu adanya kemampuan untuk terus mengikuti pembicaraan dan menjaga kelancaran percakapan.

Adapun langkah-langkah yang dapat dijadikan acuan dalam berbasa-basi antara lain:

1. Jadilah yang Tertarik, Bukan yang Menarik

Orang sering berpikir bahwa mereka harus tampil menarik agar percakapan menjadi hidup. Namun, pada kenyataannya, seseorang lebih suka didengarkan daripada harus terus mendengarkan. Oleh karena itu, kita harus terlebih dahulu menjadi yang tertarik pada lawan bicara, menciptakan ruang bagi mereka untuk bercerita.

2. Aturan 3 Detik

Ketika lawan bicara mengajukan pertanyaan, berikan jeda tiga detik sebelum menjawab. Hal ini memberikan kesan bahwa kita sungguh-sungguh memikirkan jawaban dan menghormati pembicaraan mereka.

3. Pancing Lawan Bicara untuk Bercerita Lebih Banyak

Gunakan kalimat sederhana seperti "Terus gimana?" untuk merangsang lawan bicara untuk menceritakan lebih banyak hal. Teknik mirroring juga dapat digunakan untuk membuka pembahasan lebih detail.

4. Komunikasi Spontan

Basa-basi bersifat spontan dan impulsif, jadi tidak perlu terlalu sempurna dalam menjawab. Gunakan struktur kata yang sederhana dan langsung to the point.

5. Struktur Kata yang Tidak Terlalu Formal

Meskipun penting untuk memperhatikan EYD dan struktur bahasa yang baik, namun basa-basi bersifat spontan dan tidak terlalu formal. Gunakan tiga kata kunci: "Apa", "Lalu", dan "Jadi" untuk membantu membentuk alur percakapan.

6. Tanyakan Seolah-olah Ingin Belajar

Tunjukkan rasa penasaran dan antusiasme terhadap pembicaraan lawan bicara dengan bertanya seperti "Gimana kalau begini?" untuk membuat basa-basi beralih ke pembicaraan yang lebih serius.

7. Mengakhiri dengan Lembut

Mengakhiri basa-basi seringkali lebih sulit daripada memulainya. Hindari mengakhiri percakapan dengan alasan yang terkesan tidak tepat. Sebagai gantinya, gunakan teknik seperti menepuk paha untuk memberi sinyal bahwa kita ingin mengakhiri pembicaraan dengan lembut.

Basa-basi bukan hanya sekadar ritual sebelum memasuki topik yang lebih serius, tetapi merupakan seni yang membutuhkan kepekaan dan keterampilan. Dengan menguasai seni berbasa-basi, kita dapat membangun koneksi yang lebih dalam dan memperkuat relasi baik dalam dunia bisnis maupun kehidupan sehari-hari. Jadi, jangan remehkan kekuatan basa-basi dalam menciptakan hubungan yang autentik dan berkesan. (as)






Keyword:


#basa-basi, #apa itu basa-basi, #apakah basa-basi penting, #pentingnya basa-basi, #basa-basi itu penting, #kenapa harus ada basa-basi